Pengakuan Pelaku Sodomi di pati Solok

Kepada petugas, pelaku mengaku telah beberapa kali melakukan aksi sodomi. Seingat dia, aksi bejad yang dilakukan berulang kali terhadap korban terjadi sekitar Juni 2016 lalu di toilet Balai Latihan Kerja Keterampilan Provinsi (BLKKP kyai ) di pati kawasan Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus.

Selain itu, pelaku juga pernah melakukan sodomi di kawasan sungai, WC Mushalla dan tempat lain dikawasan Lubuk Selasih. Dalam menjalankan aksi terlarangnya , pelaku tidak membujuk korban dengan uang, melainkan membelikan para korbannya berupa satu kotak kelereng. ” TKP-nya cukup banyak. Pelaku sudah melakukan aksi sodomi setahun belakangan,” sebut petugas Sat Reskrim, Golet Rusli.

Di sisi lain, orangtua pelaku tidak pernah menduga, anaknya akan terjebak kasus asusila tersebut. Alasannya, ketika berada di rumah, putra bungsu dari empat bersaudara itu tidak pernah memperlihatkan gelagat mencurigakan. “Di rumah dia biasa-biasa saja. Tidak ada yang aneh,” sebut orangtua pelaku yang mendampingi anaknya saat diinterogasi petugas.

Namun diakui, ketika belia dulu, anaknya juga pernah menjadi korban praktek sodomi. “Tapi siapa yang menyodominya, dia juga tidak ingat. Karena waktu masih kecil,” kata ibu pelaku.

Tersebab pernah menjadi korban sodomi, pelaku akhirnya ikut ketagihan menonton film porno melalui HP pintar. Pelaku mengakui, hanya menyodomi 3 orang korban. Selebihnya hanya menonton film porno secara bersama-sama.” Kita akan terus mengembangkan kasus ini,” kata Ediwn. (rusmel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *