kyai pati | pelecehan seksual

Tahukah Anda apa saja yang terjadi ketika kyai pati pelecehan seksual menimpa anak? Ada suatu ketika cerita yang berkembang mengenai seorang anak yang mengalami pelecehan yang dilakukan oleh orang terdekatnya. Orang terdekat yang mungkin tidak pernah dibayangkan yaitu pamannya sendiri. Dan ketika kejadian itu diceritakan kepada seorang guru tentunya yang dilakukan pertama kali adalah menghubungi pihak berwenang dan psikolog.

Dengan bantuan psikolog maka diharapkan akan lebih maksimal dalam menjalani pengobatan untuk menghilangkan trauma mengenai pelecehan yang dialami. Memang sudah seharusnya kita menjalani hal ini. Tujuannya tentu agar kita mendapatkan kemudahakn dalam membantu menangani hal ini. Biasanya apabila seorang anak mengalami pelecahan seksual akan memperlihatkan mengenai beberapa tanda sebagai bukti sebelum melaporkan ke pihak berwajib.

Bukti Terjadi kyai pati Pelecehan Seksual

Pada tanda terjadi saat pelecehan seksual dialami tidak terlihat secara jelas. Namun tanda mengenai kekerasan seksual yang terjadi ini biasanya akan ditutupi oleh korban ketika hal yang dialami kecil. Korban yang ada hanyalah anak-anak akan bersikap seperti biasa dan lebih patuh dengan tujuan agar tidak terlihat mencolok. Hal ini dilakukan agar anak tidak banyak ditanyai mengenai peristiwa yang baru saja terjadi. Biasanya anak cenderung ketakutan untuk menceritakan hal yang dialami kepada orang lain atau pun orang tua.

Usia anak yang biasanya paling banyak mengalami pelecehan seksual adalah bayi hingga berusia delapan belas tahun. Pada anak balita yang biasanya menurut penelitian terlihat yaitu memar pada alat kelamin dan mulut, iritasi kencing, penyakit pada alat kelamin serta sakit pada tenggorokan yang merupakan indikasi terjadinya oral seks.

Tanda fisik

Selain tanda yang dilihat pada balita, tanda mengalami kekerasan seksual juga diketahui dari kebanyakan orang ada beberapa. Beberapa tanda tersebut telah mengalami penelitian mengenai hal tersebut yaitu perusaha perilaku menjadi lebih regresif. Perubahan perilaku menjadi regresif yaitu menghisap bagian jempol tangannya, menjadi sulit diatur atau hiperaktif, mengeluhkan sakit kepala secara terus menerus, sakit perut dan sembelit.

Sumber: https://pulauherbal.com/jurnal/3228-ketika-mengalami-pelecehan-seksual.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *